
News, Article, and Solution in Cybersecurity Realms.

Mengapa Inventaris Aset Adalah Fondasi Pertahanan Siber yang Kuat
PENDAHULUAN Banyak serangan siber berhasil bukan karena alat keamanannya gagal, tapi karena perusahaan tidak benar-benar tahu apa yang sedang mereka lindungi. Menurut World Economic Forum, risiko siber terus meningkat seiring makin rumitnya dunia digital kita, apalagi dengan maraknya penggunaan cloud dan kerja jarak jauh (remote work). Sistem, aplikasi, dan perangkat baru bertambah lebih cepat daripada kemampuan tim keamanan untuk mencatatnya. Lama-lama, ada aset yang terlupakan, tidak terkelola, atau dibiarkan tanpa pengamanan yang benar. Aset-aset "gaib" inilah yang sering jadi pintu masuk paling empuk bagi penyerang. Catatan: Jika Anda ingin penjelasan lebih dasar, coba cek artikel kami sebelumnya: Why You Need To Take Asset Inventory Seriously [https://itsec.asia/blog/why-you-need-to-take-asset-inventory-seriously?utm_source=chatgpt.com]. Di sana dijelaskan konsep dasarnya dengan bahasa yang lebih sederhana. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengapa inventarisasi aset adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki untuk pertahanan siber modern. APA ITU INVENTARISASI ASET KEAMANAN SIBER? Singkatnya, ini adalah proses mendata dan menjaga visibilitas (pemantauan) atas semua aset digital di dalam organisasi Anda. Ini mencakup: * Endpoints: Seperti laptop, server, dan perangkat seluler (HP/tablet). * Infrastruktur Jaringan: Router, switch,



Recent Highlights
.jpg)
PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) Siap Percepat Ekspansi di Tengah Meningkatnya Kebutuhan Keamanan Siber
Jakarta, 21 Mei 2026 — PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia/Perseroan) (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber terkemuka di Indonesia, hari ini menyampaikan hasil Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 yang menegaskan komitmen Perseroan dalam memperkuat tata kelola perusahaan serta kesiapan organisasi untuk memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Dalam RUPST tersebut, pemegang saham menyetujui seluruh agenda yang diajukan termasuk pengesahan laporan tahunan dan laporan keuangan tahun buku 2025, penetapan penggunaan laba bersih Perseroan serta pelaporan realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum perdana (IPO) dan Waran Seri I sebagai bagian dari komitmen transparansi dan akuntabilitas Perseroan kepada seluruh pemangku kepentingan. Perseroan mencatat laba bersih tahun buku 2025 sebesar Rp68,35 miliar. Dalam RUPST, pemegang saham menyetujui pembentukan cadangan wajib sebesar Rp100 juta sesuai ketentuan yang berlaku, sementara sisanya akan dibukukan sebagai saldo laba ditahan untuk mendukung operasional dan pengembangan usaha Perseroan ke depan. Sejalan dengan keputusan tersebut, Perseroan tidak membagikan dividen untuk tahun buku 2025. Langkah ini mencerminkan fokus Perseroan dalam menjaga disiplin finansial sekaligus memperkuat fondasi bisnis untuk mendukung strategi pertumbuhan jangka panjang. Perseroan
ITSEC Asia Perkuat Ekosistem Siber & AI Indonesia melalui Pengembangan Talenta dan Solusi AI
PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR) menegaskan pentingnya percepatan pengembangan talenta keamanan siber di Indonesia melalui dukungan langsung kepada Firoos Ghathfaan Ramadhan, pelajar berusia 14 tahun asal Subang yang berhasil mengidentifikasi kerentanan keamanan pada platform berskala global. Di tengah meningkatnya ancaman siber dan kebutuhan industri yang terus berkembang, keberadaan talenta muda seperti Firoos menjadi sinyal kuat bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat global. Namun potensi tersebut memerlukan dukungan nyata agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Sebagai bagian dari Cyber Talent Indonesia Program, ITSEC Asia memberikan dukungan perangkat kerja untuk menunjang aktivitas riset dan pengembangan kemampuan teknis Firoos. Langkah ini tidak hanya menjadi bentuk apresiasi atas pencapaiannya, tetapi juga mencerminkan komitmen perusahaan dalam mendorong lahirnya lebih banyak talenta siber unggul di Indonesia. President Director ITSEC Asia, Patrick Dannacher menyampaikan bahwa tantangan utama saat ini tidak hanya terletak pada teknologi, tetapi juga kesiapan talenta. “Kita sering bicara soal ancaman siber, tapi jarang membahas kesiapan talenta. Faktanya, talenta muda Indonesia sudah mampu bersaing di level global. Yang belum kita bangun secara

Kenapa Audit, Manajemen Risiko, dan Kepatuhan Tidak Bisa Lagi Hanya Mengandalkan Checklist?
PENDAHULUAN Bagaimana jika organisasi Anda berhasil lulus audit kepatuhan terakhir dengan nilai sempurna, sementara seorang penyerang sudah berada di dalam jaringan Anda sepanjang waktu itu? Menurut Laporan Biaya Pelanggaran Data IBM 2024, rata-rata waktu untuk mengidentifikasi pelanggaran keamanan kini mencapai 194 hari, hampir setengah tahun aktivitas penyerang yang tidak terdeteksi beroperasi bebas di dalam infrastruktur perusahaan. Angka tersebut bukan mencerminkan kegagalan dokumentasi kepatuhan. Ini mencerminkan kesenjangan mendasar antara apa yang diukur oleh kerangka audit dan apa yang sebenarnya dilakukan oleh para pelaku ancaman di dunia nyata. Bagi para pemimpin keamanan di Asia Tenggara dan sekitarnya, kesenjangan ini adalah masalah paling mendesak yang perlu diselesaikan oleh program Audit, Jaminan Risiko & Kepatuhan modern. ITSEC Asia, pemimpin keamanan siber di Indonesia dengan operasi yang mencakup Singapura, Australia, dan Uni Emirat Arab, telah bekerja sama dengan berbagai organisasi di kawasan ini untuk menutup kesenjangan tersebut sebelum pelanggaran berikutnya menjadikannya tak terelakkan. Sumber: IBM Cost of a Data Breach Report 2024 [https://www.ibm.com/reports/data-breach] ILUSI KEPATUHAN: KETIKA LULUS AUDIT TIDAK BERARTI APA-APA Kerangka audit dan kepatuhan dibangun untuk menetapkan kebersihan
.png)