Logo
Monitor Illustration
Blog

News, Article, and Solution in Cybersecurity Realms.

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah
Cybersecurity

Mengapa Pen-Test Tahunan Sudah Tidak Lagi Cukup di Tengah Lanskap Ancaman Siber yang Terus Berubah

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jan 09, 2026 5 minutes read

Tidak sedikit orang yang rutin melakukan medical check-up setiap tahun untuk memastikan kondisi kesehatannya tetap baik. Namun, tidak ada yang benar-benar berasumsi bahwa hasil pemeriksaan tersebut menjamin semuanya akan baik-baik saja selama setahun penuh. Kondisi tubuh bisa berubah. Pola hidup berubah. Risiko penyakit baru dapat muncul sewaktu-waktu. Karena itu, menjaga kesehatan bukan hanya soal melakukan pemeriksaan tahunan, tetapi juga soal pemantauan dan kebiasaan yang dilakukan secara berkelanjutan. Prinsip yang sama berlaku dalam dunia keamanan siber. Selama bertahun-tahun, penetration test tahunan telah menjadi praktik yang umum dilakukan perusahaan. Organisasi menjadwalkan assessment, menerima laporan, melakukan perbaikan, lalu mengulang proses yang sama pada tahun berikutnya. Pada masanya, pendekatan ini cukup memadai karena lingkungan teknologi belum berubah secepat sekarang. Namun situasinya berbeda saat ini. Cloud semakin banyak digunakan. API menjadi fondasi berbagai layanan digital. Tim pengembang merilis fitur baru secara berkala, sementara integrasi dengan pihak ketiga semakin kompleks. Dalam kondisi seperti ini, permukaan serangan sebuah organisasi juga berubah secara terus-menerus. Sebuah sistem yang dinyatakan aman enam bulan lalu bisa saja memiliki profil risiko yang sangat berbeda hari ini. Hal tersebut

Professor IllustrationAndroid IllustrationMonitors Illustration

Recent Highlights

Kesenjangan Talenta AI Masih Jadi Titik Lemah Terbesar Transformasi Digital Indonesia
Cybersecurity

Kesenjangan Talenta AI Masih Jadi Titik Lemah Terbesar Transformasi Digital Indonesia

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Agt 14, 2026 4 minutes read

Pendahuluan Berapa banyak orang di tim Anda yang benar-benar memahami cara membangun, mengamankan, dan mengelola tata kelola sistem berbasis AI hari ini. Bagi sebagian besar organisasi, jawaban jujurnya jauh lebih sedikit dari yang sebenarnya dibutuhkan. Laporan Future of Jobs 2025 dari World Economic Forum menemukan bahwa hampir 39 persen keterampilan inti pekerja diperkirakan berubah signifikan pada 2030, dengan AI dan big data berada di puncak daftar keterampilan yang paling dibutuhkan sekaligus paling sulit dipenuhi. ITSEC Asia, yang bekerja dengan organisasi di Indonesia, Singapura, Australia, dan Uni Emirat Arab, melihat pola yang sama terjadi di hampir semua sektor. Adopsi AI berjalan jauh lebih cepat daripada kemampuan organisasi untuk membangun, mengamankan, dan mengelola tata kelola teknologi tersebut secara bertanggung jawab. Source: World Economic Forum, Future of Jobs Report 2025 Kebutuhan Talenta AI Tumbuh Lebih Cepat dari Pasokannya Ini bukan sekadar persoalan jumlah orang, melainkan kesenjangan yang terus melebar antara kecepatan adopsi teknologi dan kecepatan organisasi mencetak orang yang benar-benar kompeten menanganinya. * Studi tenaga kerja ISC2 mencatat kesenjangan talenta keamanan siber global

ITSEC Asia Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia untuk Mengamankan Era AI
Events

ITSEC Asia Luncurkan ITSEC Cyber & AI Academy, Siapkan Talenta Indonesia untuk Mengamankan Era AI

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Agt 13, 2026 6 minutes read

PT ITSEC Asia Tbk (ITSEC Asia) (IDX: CYBR), perusahaan cybersecurity dengan pengalaman 16 tahun, resmi meluncurkan ITSEC Cyber & AI Academy di kantor pusat ITSEC Asia, Jakarta. Academy ini hadir untuk memperkuat talenta cybersecurity dan AI Indonesia melalui pembelajaran berbasis praktik, pengalaman dunia nyata dan teknologi yang dirancang untuk kebutuhan profesional dan organisasi. Peluncuran ini dihadiri oleh sejumlah pejabat pemerintah dan perwakilan institusi nasional, antara lain Nezar Patria, Wakil Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Edwin Hidayat, Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kementerian Komunikasi dan Digital Republik Indonesia; Stella Christie, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia; Tiar Nabilla Karbala, Staf Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang UMKM dan Teknologi Digital; serta Marsekal Pertama TNI I Ketut S. Wahyu Wijaya, M.A., Komandan Satuan Siber TNI AU, yang mewakili Marsekal TNI M. Tonny Harjono, S.E., M.M., Kepala Staf Angkatan Udara. Acara ini juga dihadiri oleh para pemimpin industri, profesional teknologi, mitra dan rekan-rekan media. Percepatan digitalisasi dan adopsi artificial intelligence (AI) membuat kebutuhan terhadap talenta yang mampu mengembangkan sekaligus mengamankan teknologi semakin besar.

Cloud Misconfiguration Masih Jadi Penyebab Utama Kebocoran Data: Begini Cara Tetap Aman
Cybersecurity

Cloud Misconfiguration Masih Jadi Penyebab Utama Kebocoran Data: Begini Cara Tetap Aman

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Agt 07, 2026 5 minutes read

Pendahuluan Berapa banyak storage bucket, IAM role, atau API endpoint di lingkungan cloud organisasi Anda yang bisa Anda pastikan sudah dikonfigurasi dengan benar saat ini. Sebagian besar pemimpin keamanan tidak bisa menjawab pertanyaan ini dengan yakin, dan ketidakpastian itulah yang justru dimanfaatkan penyerang. Riset industri terbaru menunjukkan gambaran yang cukup jelas. Verizon Data Breach Investigations Report mengaitkan lima belas persen breach langsung dengan cloud misconfiguration, sementara analisis terpisah dari SentinelOne menemukan bahwa sembilan puluh lima persen kegagalan keamanan cloud berasal dari human error, bukan dari kelemahan platform itu sendiri. Gartner sudah bertahun-tahun menyampaikan hal serupa, memproyeksikan bahwa hingga 2026, sembilan puluh sembilan persen kegagalan keamanan cloud akan menjadi kesalahan pengguna, bukan penyedia layanan. ITSEC Asia, perusahaan cybersecurity terkemuka di Indonesia, bekerja sama dengan organisasi di Indonesia, Singapura, Australia, dan UAE yang tengah berlomba memodernisasi infrastruktur mereka, dan polanya konsisten di mana-mana. Tim bergerak cepat untuk pindah ke cloud, sementara governance yang dibutuhkan untuk mengamankan lingkungan tersebut diam-diam tertinggal di belakang. Source: Cloud Security Statistics 2026: Key Data and Trends Alasan Misconfiguration Masih Mengalahkan Malware

Editor's Choice

Understanding the Diverse Sources and Platforms of Threat Intelligence

Juli 21, 2023

Jenkins + Gitlab + Sonarqube + Maven Integration: DevOps Configuration

Juli 11, 2023

Automated Suricata-to-ATT&CK Mapper using Machine Learning

Juli 21, 2023

Setup Basic Hacking Lab Infrastructure

Juli 21, 2023

Binary Analysis With RetDec and SYNOPSYS Code-DX

Juli 21, 2023

Streamlining Suricata / Snort Signature Development with Dalton

Juli 21, 2023
No article found

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe