
News, Article, and Solution in Cybersecurity Realms.

Mengapa Inventaris Aset Adalah Fondasi Pertahanan Siber yang Kuat
PENDAHULUAN Banyak serangan siber berhasil bukan karena alat keamanannya gagal, tapi karena perusahaan tidak benar-benar tahu apa yang sedang mereka lindungi. Menurut World Economic Forum, risiko siber terus meningkat seiring makin rumitnya dunia digital kita, apalagi dengan maraknya penggunaan cloud dan kerja jarak jauh (remote work). Sistem, aplikasi, dan perangkat baru bertambah lebih cepat daripada kemampuan tim keamanan untuk mencatatnya. Lama-lama, ada aset yang terlupakan, tidak terkelola, atau dibiarkan tanpa pengamanan yang benar. Aset-aset "gaib" inilah yang sering jadi pintu masuk paling empuk bagi penyerang. Catatan: Jika Anda ingin penjelasan lebih dasar, coba cek artikel kami sebelumnya: Why You Need To Take Asset Inventory Seriously [https://itsec.asia/blog/why-you-need-to-take-asset-inventory-seriously?utm_source=chatgpt.com]. Di sana dijelaskan konsep dasarnya dengan bahasa yang lebih sederhana. Artikel ini akan membahas lebih lanjut mengapa inventarisasi aset adalah kemampuan dasar yang wajib dimiliki untuk pertahanan siber modern. APA ITU INVENTARISASI ASET KEAMANAN SIBER? Singkatnya, ini adalah proses mendata dan menjaga visibilitas (pemantauan) atas semua aset digital di dalam organisasi Anda. Ini mencakup: * Endpoints: Seperti laptop, server, dan perangkat seluler (HP/tablet). * Infrastruktur Jaringan: Router, switch,



Recent Highlights

Cara Melindungi Data Pribadi Anda: Panduan Praktis untuk Individu dan Organisasi
Data pribadi Anda lebih berharga dari yang Anda kira, dan para penjahat siber mengetahuinya. Mulai dari alamat email dan nomor telepon hingga kredensial perbankan dan rekam medis, setiap informasi yang Anda bagikan secara online dapat dicuri, dijual, atau digunakan untuk merugikan Anda. Namun inilah kenyataan yang tidak nyaman: kebanyakan orang meremehkan seberapa rentan diri mereka, dan kebanyakan organisasi masih memperlakukan perlindungan data sebagai hal yang tidak prioritas. Panduan ini menjelaskan secara tepat bagaimana data pribadi dapat bocor, seperti apa dampaknya di dunia nyata, dan yang paling penting, apa yang dapat Anda lakukan sekarang juga. Menurut IBM Cost of a Data Breach Report 2025, rata-rata biaya global akibat kebocoran data mencapai USD 4,4 juta. Di balik setiap statistik terdapat orang nyata yang identitasnya dicuri, rekening banknya dikuras, atau catatan pribadinya terekspos kepada orang asing. MENGAPA PERLINDUNGAN DATA PRIBADI ADALAH DARURAT GLOBAL Kita sedang hidup di tengah epidemi kebocoran data. Setiap minggu, berita tentang perusahaan, lembaga pemerintah, atau institusi yang data penggunanya terekspos terus bermunculan. Ini bukan insiden yang terisolasi, melainkan gejala kegagalan sistemik

Cara Kerja Application Security dalam Menjaga Keamanan Sistem dan Data Bisnis
PENDAHULUAN Saat ini, aplikasi berada di pusat operasional bisnis digital. Mulai dari mobile banking dan platform e-commerce hingga sistem internal perusahaan, organisasi sangat bergantung pada aplikasi untuk melayani pelanggan dan mengelola data. Namun, seiring aplikasi menjadi semakin kompleks dan saling terhubung, aplikasi juga menjadi salah satu target paling umum bagi serangan siber. Faktanya, aplikasi web bertanggung jawab atas sebagian besar insiden kebocoran data di seluruh dunia. Laporan Verizon 2024 Data Breach Investigations Report menunjukkan bahwa pelaku kejahatan siber sering mengeksploitasi aplikasi web sebagai jalur utama serangan. Ancaman yang terus meningkat ini menimbulkan pertanyaan penting:Apakah aplikasi Anda benar-benar aman dari ancaman siber modern? Salah satu cara paling efektif untuk melindungi aplikasi adalah melalui application security, yaitu pendekatan proaktif untuk mengidentifikasi dan memperbaiki kerentanan sebelum penyerang dapat mengeksploitasinya. Sumber: verizon.com [https://www.verizon.com/business/resources/reports/dbir/], CONTOH NYATA: KETIKA API YANG TIDAK AMAN MEMBOCORKAN DATA JUTAAN PENGGUNA Pada Januari 2024, seorang peretas menemukan celah keamanan di sistem Trello, tepatnya pada bagian aplikasi yang disebut REST API. API ini memiliki "pintu" yang tidak sengaja dibiarkan terbuka, artinya siapa pun bisa mengaksesnya tanpa perlu login
PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) Gelar RUPSLB 2026, Setujui Stock Split dan Perkuat Struktur Perseroan
Jakarta, 16 April 2026 — PT ITSEC Asia Tbk (Perseroan) (IDX: CYBR), perusahaan keamanan siber terkemuka dan publik di Indonesia, hari ini menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang menghasilkan sejumlah keputusan strategis untuk memperkuat fondasi Perseroan dan meningkatkan akses investor di pasar modal. Dalam RUPSLB tersebut, pemegang saham menyetujui rencana pemecahan nilai nominal saham atau stock split dengan rasio 1 banding 2, sehingga nilai nominal saham yang sebelumnya sebesar Rp25 per saham menjadi Rp12,5 per saham. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan likuiditas perdagangan saham serta memperluas partisipasi investor. Sejalan dengan keputusan tersebut, Perseroan juga menyetujui perubahan Pasal 4 Anggaran Dasar terkait modal. Perubahan ini mencerminkan penyesuaian jumlah saham, di mana saham beredar Perseroan meningkat dari 6.715.248.747 saham menjadi 13.430.497.494 saham, sebagai dampak dari pelaksanaan stock split. RUPSLB juga menyetujui perubahan Pasal 12 Anggaran Dasar mengenai tugas dan wewenang Direksi. Penyesuaian ini memperjelas mekanisme representasi Perseroan, di mana Presiden Direktur atau Wakil Presiden Direktur berwenang mewakili Perseroan, dan dalam kondisi tertentu dapat diwakili oleh dua anggota Direksi lainnya. Pada agenda lainnya, RUPSLB
.png)