Logo
Events

Peluncuran Perdana Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber: Executive Cyber Resilience Tabletop

ITSEC Asia, perusahaan keamanan siber terdepan di Indonesia, bekerja sama dengan ADIGSI mengumpulkan para eksekutif senior untuk mengikuti simulasi krisis siber selama satu hari penuh. Kegiatan ini merupakan bagian dari Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber (GNKS), dan apa yang terjadi di dalamnya sungguh membuka mata sekaligus mengingatkan kita akan betapa seriusnya ancaman yang ada.

Ajeng HadeAjeng Hade
|
Mei 08, 2026
Peluncuran Perdana Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber: Executive Cyber Resilience Tabletop

Apa Itu GNKS Roadshow?

Roadshow Gerakan Nasional Ketahanan Siber adalah sebuah inisiatif nasional yang berlangsung sepanjang tahun, digagas bersama oleh PT ITSEC Asia Tbk (IDX: CYBR) dan ADIGSI (Asosiasi Digitalisasi dan Keamanan Siber Indonesia) sebagai rangkaian menuju ITSEC Cybersecurity & AI Summit 2026.

Program ini menyambangi enam kota di Indonesia, yakni Banten, Pontianak, Bali, Yogyakarta, Medan, dan Makassar, dengan sasaran utama para eksekutif, pemilik risiko, dan pemimpin operasional yang bertanggung jawab atas kesiapan siber organisasi mereka.

Edisi Banten sendiri digelar pada Kamis, 30 April 2026, di JHL Solitaire Gading Serpong, Tangerang, dan dihadiri oleh sekitar 100 peserta dalam format workshop meja bundar.

Apa yang Dilakukan Para Peserta?

Inti dari acara ini adalah Executive Tabletop Exercise, sebuah simulasi krisis berbasis skenario yang dirancang untuk menempatkan para pengambil keputusan langsung di tengah situasi serangan siber yang realistis, lalu menguji bagaimana mereka meresponsnya secara langsung.

Latihan ini berjalan melalui lima tahap yang saling berkaitan, dimulai dari pemahaman lanskap ancaman, berlanjut ke workshop insiden secara langsung, hingga puncaknya berupa simulasi krisis skala penuh. Setiap tahap membangun pemahaman dari tahap sebelumnya, mendorong para eksekutif untuk berpikir secara kolaboratif, mengambil keputusan penting di bawah tekanan, dan pada akhirnya merefleksikan seperti apa kepemimpinan siber yang sesungguhnya tangguh.

Yang membuat latihan ini berbeda adalah fokusnya pada hasil yang nyata dan bisa langsung digunakan. Setiap organisasi yang ikut serta pulang membawa tiga hal konkret yaitu matriks risiko spesifik sektor, konsep desain keamanan jangka pendek, dan penilaian kompetensi tim, memastikan bahwa pelajaran dari hari itu tidak berhenti di ruang simulasi saja.

Pelajaran dari Simulasi Serangan Siber pada Bank Digital

Simulasi ini berpusat pada sebuah bank digital fiktif berukuran menengah hingga besar, yang dirancang menyerupai jenis organisasi yang banyak dipimpin atau didukung oleh para peserta. Serangan berlangsung dalam empat fase, dari seorang karyawan yang membuka file mencurigakan, munculnya anomali awal pada sistem, hingga gangguan operasional total, di mana peserta mengambil peran sebagai tim respons krisis dan membuat keputusan nyata di setiap titik eskalasi.

Apa yang terungkap dari simulasi ini cukup mengejutkan. Tim-tim secara konsisten kesulitan dalam mendeteksi ancaman sejak dini, jalur eskalasi tidak jelas, dan informasi tersebar di berbagai kelompok tanpa ada satu sumber kebenaran yang terpusat. Yang paling signifikan, penanganan teknis dan dampak bisnis diperlakukan sebagai dua hal yang terpisah. Padahal dalam insiden nyata, pemisahan seperti ini bisa menjadi perbedaan antara krisis yang terkendali dan yang lepas kendali sepenuhnya.

Mengapa Ini Penting bagi Organisasi di Indonesia?

ITSEC Asia adalah perusahaan keamanan siber terdepan di Indonesia yang selama lebih dari 15 tahun telah menghadirkan solusi keamanan menyeluruh di berbagai sektor mulai dari keuangan, telekomunikasi, energi, manufaktur, hingga pemerintahan. Saat ini perusahaan melayani lebih dari 100 klien aktif di berbagai negara dan tercatat di Bursa Efek Indonesia (IDX: CYBR).

ADIGSI berperan sebagai platform nasional yang menghubungkan para pelaku industri digital, praktisi keamanan siber, regulator, dan pemangku kepentingan utama, menjadikannya mitra yang tepat untuk gerakan kesadaran nasional sebesar ini. Bersama-sama, keduanya merancang Roadshow GNKS berdasarkan satu keyakinan mendasar: keamanan siber bukan lagi urusan IT semata, melainkan sudah menjadi isu ketahanan bisnis secara keseluruhan.

Ancaman yang sama bisa menghasilkan dampak yang sangat berbeda. Perbedaannya bukan terletak pada besarnya anggaran keamanan atau kecanggihan alat yang digunakan, melainkan pada seberapa cepat sebuah organisasi mengenali ancaman itu dan seberapa jelas langkah yang diambilnya.

Apa yang Diharapkan Dilakukan Peserta Setelahnya?

Latihan ini tidak berakhir begitu saja saat simulasi selesai. Para peserta pulang membawa serangkaian langkah tindak lanjut yang terstruktur dalam tiga rentang waktu, mengubah pelajaran hari itu menjadi peta jalan yang bisa langsung dijalankan.

Dalam jangka pendek, fokusnya adalah membangun fondasi awal, membentuk CSIRT dengan peran yang jelas, menunjuk Incident Commander, serta mendokumentasikan jalur eskalasi dan protokol respons yang benar-benar bisa diandalkan saat tekanan datang. Dalam jangka menengah, organisasi diharapkan membangun kapabilitas melalui latihan tabletop yang rutin, pelatihan kesadaran lintas fungsi, serta penguatan protokol komunikasi antar divisi. Untuk jangka panjang, prioritasnya adalah ketahanan organisasi yang lebih dalam yaitu pemantauan terpusat di seluruh lingkungan jaringan, endpoint, dan cloud, deteksi ancaman yang proaktif, serta latihan siber teknis yang sekaligus menguji infrastruktur dan kepemimpinan.

Secara keseluruhan, rangkaian tindak lanjut ini merupakan pesan inti bahwa ketahanan siber bukan sesuatu yang cukup dilakukan sekali, melainkan sebuah disiplin yang harus dibangun secara sadar, dari level paling atas ke bawah.

Perjalanan Berlanjut

Refleksi penutup dari Simulasi Operasi Ghost Protocol layak disampaikan secara gamblang: ancaman yang sama bisa menghasilkan hasil yang sangat berbeda, tergantung sepenuhnya pada seberapa cepat sebuah organisasi melihatnya dan bertindak. Bukan soal firewall yang lebih canggih. Bukan soal anggaran keamanan yang lebih besar. Yang menentukan adalah kecepatan dalam mengenali dan kejernihan dalam merespons.

Ekonomi digital Indonesia terus melaju pesat. Permukaan ancaman pun meluas seiring dengan itu. Organisasi yang masih memandang keamanan siber sebagai beban biaya IT, bukan sebagai kapabilitas ketahanan bisnis, akan merasakan sendiri apa yang dialami para peserta Ghost Protocol dalam lingkungan simulasi yang aman itu.

Pertanyaannya bukan lagi apakah organisasi Anda akan menghadapi insiden siber yang serius. Pertanyaannya adalah: apakah Anda sudah memutuskan apa yang akan terjadi selanjutnya?

Ikuti Executive Tabletop Exercise Berikutnya di Makassar

GNKS Roadshow terus berlanjut ke berbagai kota di Indonesia sepanjang 2026. Kota berikutnya adalah Makassar.

Jika organisasi Anda ingin mengikutsertakan para eksekutif dalam latihan tabletop ini, atau ingin membawa program ini langsung ke internal perusahaan, pendaftaran untuk sesi Makassar kini telah dibuka.

👉 Daftar untuk Event Makassar: qrfy.io/r/PejuangCyberMakassar 

Share this post

You may also like

7 Things You'll Only Find at ITSEC: Cybersecurity Summit 2025
Events

7 Things You'll Only Find at ITSEC: Cybersecurity Summit 2025

7 THINGS YOU'LL ONLY FIND AT ITSEC: CYBERSECURITY SUMMIT 2025 The cyber threat landscape is evolving rapidly, and with it, the demand for smarter strategies, deeper collaboration, and practical innovation. ITSEC: Cybersecurity Summit 2025 [https://itsecsummit.events/] is a meeting point for global leaders, professionals, and change-makers committed to securing the digital future. This event will take place on August 26–28, 2025, at The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place, and is set to become The Largest Critical Infrastructure Cybersecurity Event in Southeast Asia. Here are 7 Things You'll Only Find at ITSEC: Cybersecurity Summit 2025! 1. EXCLUSIVE INSIGHTS FROM GLOBAL CYBERSECURITY LEADERS One of the most anticipated highlights of ITSEC: Cybersecurity Summit 2025 is the opportunity to gain exclusive insights from a distinguished lineup of global cybersecurity leaders. The summit will feature experts from diverse sectors and specialties, including Ken Bonefeld Nielsen, Saltanat Mashirova, Mohamed Hekal, Christopher Stein, and many more. These thought leaders bring years of experience in IT security, OT security, and infrastructure resilience, offering participants a rare opportunity to engage directly

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jul 31, 2025 — 5 minutes read
Jangan Lewatkan Untuk Ikut Berkontribusi dalam Penguatan Ekosistem Digital Indonesia di ITSEC: Cyber
Events

Jangan Lewatkan Untuk Ikut Berkontribusi dalam Penguatan Ekosistem Digital Indonesia di ITSEC: Cyber

cybersecurity summit

JANGAN LEWATKAN UNTUK IKUT BERKONTRIBUSI DALAM PENGUATAN EKOSISTEM DIGITAL INDONESIA DI ITSEC: CYBERSECURITY SUMMIT 2025! Dunia digital memang dunia yang selalu membuat kita semakin terhubung, tapi juga penuh tantangan. Bayangkan saja, berdasarkan data yang diperoleh dari BSSN, ada lebih dari 330 juta anomali trafik siber yang terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2024! Ancaman ini nyata dan bisa berdampak pada pencurian data sensitif hingga rusaknya reputasi organisasi. Melihat hal tersebut, ITSEC Asia [https://itsec.asia/] mempersembahkan ITSEC: Cybersecurity Summit 2025 [https://itsecsummit.events/], sebuah forum keamanan siber infrastruktur kritikal terbesar se-Asia Tenggara yang akan digelar pada 26-28 Agustus 2025 di The Ritz-Carlton Jakarta, Pacific Place guna meningkatkan tingkat kesadaran masyarakat akan maraknya ancaman siber. Acara ini merupakan wadah untuk berbagi wawasan, menjajaki solusi teknologi terbaru, serta membangun koneksi dengan para profesional di bidang keamanan siber. Presiden Direktur ITSEC Asia, Patrick Rudolf Dannacher, menyampaikan bahwa forum ini bertujuan untuk mendorong kolaborasi dalam upaya memperkuat ketahanan digital di Indonesia. Berikut adalah 5 hal yang akan kamu dapat dari ITSEC: Cybersecurity Summit 2025! 1. BELAJAR LANGSUNG DARI PAKAR SIBER GLOBAL ITSEC Cybersecurity

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jul 30, 2025 — 4 minutes read

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe