Pipeline Talenta Cybersecurity Membutuhkan Lebih dari Sekadar Lulusan Baru
Menarik minat orang terhadap cybersecurity hanyalah langkah pertama. Mereka juga membutuhkan akses ke training praktis, mentor dan jalur yang jelas menuju dunia kerja.

Cybersecurity punya banyak alasan untuk menarik talenta baru. Ada technical role, policy, incident response, digital forensics, security engineering, governance serta semakin banyak pekerjaan yang berhubungan dengan AI.
Namun akses terhadap jalur tersebut belum merata.
Program Her CyberTracks dari ITU memberikan gambaran yang cukup jelas. Perempuan hanya mencakup 22% workforce cybersecurity global pada 2025. ITU juga mengidentifikasi akses training yang tidak merata, kurangnya role model perempuan dan rendahnya awareness mengenai pilihan karier cybersecurity sebagai beberapa hambatan utama. ITU
Edisi keempat Her CyberTracks yang berlangsung hingga Oktober 2026 dirancang untuk menjawab sebagian persoalan tersebut. Programnya menggabungkan technical dan policy training dengan mentoring, networking serta practical exercise. Pelatihan regional Asia-Pacific dijadwalkan pada 12–16 Oktober di Bangkok. ITU
Ada pelajaran yang relevan untuk workforce planning: pengembangan talenta membutuhkan ekosistem di sekitar peserta belajar.
Training Membuka Pintu. Mentor Membantu Orang Terus Berjalan.
Sebuah course cybersecurity dapat mengajarkan bagaimana incident response bekerja. Namun course tersebut tidak otomatis menunjukkan seperti apa karier di bidang incident response enam bulan kemudian.
Di sinilah mentoring punya fungsi yang nyata.
Model Her CyberTracks dari ITU memasangkan technical education dan practical exercise dengan mentoring dari profesional senior. Incident Response CyberTrack 2026, misalnya, mencakup cyber drill preparation, incident response, digital forensics, threat intelligence serta communication skills. Kemampuan peserta juga dinilai melalui simulation dan group exercise. ITU Academy
Kombinasi tersebut membantu menjawab beberapa persoalan workforce sekaligus:
- Peserta mendapatkan skill teknis untuk dipraktikkan
- Mentor memberi konteks mengenai penggunaan skill tersebut di tempat kerja
- Peserta melihat lebih banyak pilihan karier daripada satu gambaran tentang “pekerjaan cyber”
- Peer network memudahkan peserta bertanya dan menemukan peluang
- Practical exercise menunjukkan kemampuan di luar sertifikat
Poin terakhir cukup penting. CV dapat mengatakan seseorang pernah mempelajari incident response. Simulasi realistis bisa menunjukkan bagaimana orang tersebut mengambil keputusan ketika evidence belum lengkap dan waktu terus berjalan.
Keberagaman Juga Memengaruhi Talent Pool
Strategi workforce yang hanya mengambil talenta dari kelompok yang sempit pada akhirnya akan berhadapan dengan talent pool yang sempit.
Pendekatan ITU menggabungkan participation dengan capability. Programnya mencakup technical subject sekaligus communication, leadership, policy dan networking. Cyber & AI CyberTrack juga mencakup AI fundamentals, AI threats, governance, cyber readiness serta scenario planning. ITU Academy
Model tersebut sesuai dengan cara cybersecurity bekerja di dunia nyata. Tim security membutuhkan orang yang bisa menganalisis system, menjelaskan risiko, berkoordinasi ketika incident terjadi dan mengambil keputusan dalam tekanan.
Latar belakang yang berbeda tentu tidak otomatis menghasilkan keputusan security yang lebih baik. Namun ketika lebih sedikit orang mendapatkan akses ke training dan professional network, kesempatan untuk menemukan practitioner dengan kemampuan luar biasa juga ikut berkurang.
Buat Jalurnya Terlihat
Bagi educator dan employer, pertanyaannya adalah bagaimana mengubah ketertarikan menjadi progression.
Jalur yang jelas dapat menghubungkan:
- Exposure: memperkenalkan student dan career changer kepada berbagai cybersecurity role.
- Practice: menyediakan lab, simulation dan technical project.
- Mentorship: menghubungkan peserta dengan profesional yang sudah menjalankan pekerjaannya.
- Experience: menyediakan internship, apprenticeship atau supervised assignment.
- Progression: menjelaskan skill dan responsibility berikutnya dengan jelas.
Pendekatan tersebut sejalan dengan model ITSEC Cyber & AI Academy, yang menggabungkan skills assessment, structured learning dan practical cyber range untuk cybersecurity dan AI. Peserta dapat memahami posisi mereka, berlatih mengerjakan tugas dan melihat langkah berikutnya. ITSEC Academy
Workforce cybersecurity tidak bertambah hanya karena semakin banyak orang mengenal bidang ini.
Talenta bertambah ketika semakin banyak orang bisa melihat jalurnya dan benar-benar punya kesempatan untuk menempuhnya.
Pelajari program cybersecurity dan AI berbasis praktik di ITSEC Cyber & AI Academy.
Referensi
- International Telecommunication Union, “Her CyberTracks,” diperbarui 2026
- ITU Academy, “Her CyberTracks – Incident Response CyberTrack 2026,” 11 Mei–31 Oktober 2026
- ITU, “Her CyberTracks Regional Asia-Pacific Training,” 12–16 Oktober 2026
- ITU Academy, “Her CyberTracks – Cyber and AI CyberTrack 2026,” 11 Mei–31 Oktober 2026
- ITSEC Cyber & AI Academy, “ITSEC Cyber & AI Academy,” diakses Oktober 2026
.png)


