Logo
Cybersecurity

Skill Cybersecurity Berikutnya Bisa Tersembunyi di Dalam Enkripsi

Post quantum security terdengar seperti urusan matematika tingkat tinggi. Bagi banyak tim cyber, pekerjaan pertamanya jauh lebih praktis: mencari apa saja yang nantinya harus diganti.

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Sep 11, 2026
Skill Cybersecurity Berikutnya Bisa Tersembunyi di Dalam Enkripsi

Quantum computing membawa masalah talenta yang tersembunyi di balik masalah teknologi.

Pembicaraan tentang post quantum cryptography biasanya dimulai dari algoritma. NIST sudah menstandarkan algoritma post quantum pertama dan terus memperbarui standar teknis terkait. Pada Juni, NIST merilis rancangan perubahan untuk membawa post quantum cryptography ke sistem Personal Identity Verification dengan pendekatan yang memungkinkan migrasi dilakukan secara bertahap.

Pada 29 Juni, NIST juga menerbitkan panduan terbaru mengenai crypto agility. Prinsipnya sederhana: organisasi perlu mampu mengganti algoritma dan implementasi kriptografi tanpa menimbulkan gangguan besar pada sistem.

Untuk melakukannya, tim cybersecurity perlu memahami jauh lebih banyak daripada nama algoritma baru.

Sebelum Mengganti, Cari Dulu

Coba tanyakan di mana sebuah organisasi menggunakan enkripsi. Jawaban pertama mungkin VPN, database, certificate dan website.

Cari sedikit lebih jauh dan daftarnya mulai panjang.

Kriptografi dapat berada di aplikasi, API, identity system, cloud service, hardware, software pihak ketiga, backup, digital signature hingga sistem lama yang sudah bertahun tahun tidak ingin disentuh siapa pun.

Karena itu, persiapan migrasi kriptografi membutuhkan kemampuan seperti:

  • Menemukan penggunaan algoritma, key dan certificate
  • Mengidentifikasi sistem yang masih bergantung pada kriptografi lama
  • Memahami key management dan lifecycle certificate
  • Memetakan dependency antar aplikasi dan supplier
  • Menguji teknologi pengganti tanpa merusak interoperability
  • Menentukan prioritas berdasarkan sensitivitas dan umur data

Ini adalah kombinasi kriptografi, architecture, asset management dan tradisi lama cybersecurity: menemukan server terlupakan yang ternyata masih sangat dibutuhkan.

Indonesia Punya Alasan untuk Bersiap Lebih Awal

Isu ini sudah masuk dalam pembicaraan keamanan siber Indonesia.

Pada 10 Agustus, Nezar Patria mengingatkan ancaman harvest now, decrypt later. Pelaku dapat mencuri data terenkripsi sekarang, menyimpannya lalu mencoba membukanya ketika teknologi yang lebih kuat tersedia.

Beberapa hari sebelumnya, ia juga menyebut pemerintah, industri dan pengelola infrastruktur digital perlu mulai mempelajari post quantum cryptography sebagai bagian dari persiapan menghadapi quantum computing.

Artinya, pengembangan talenta tidak perlu menunggu komputer kuantum yang mampu mengancam kriptografi saat ini benar benar tersedia.

Crypto Agility Perlu Dilatih

Latihan yang berguna tidak harus meminta semua peserta merancang algoritma quantum resistant.

Peserta dapat diberikan lingkungan enterprise simulasi lalu diminta mencari certificate, cryptographic library dan dependency yang tersebar di dalamnya. Setelah itu, mereka membuat inventory, menentukan sistem yang menyimpan data sensitif berumur panjang dan merancang migrasi bertahap. Satu komponen kemudian diganti untuk melihat apa yang ikut terdampak.

Latihan seperti ini membangun kemampuan memahami kriptografi sebagai bagian dari sistem operasional.

Pendekatan tersebut relevan dengan pembelajaran praktis di ITSEC Cyber & AI Academy, tempat profesional dapat menghubungkan konsep cybersecurity dengan architecture, implementation dan keputusan yang akan ditemui dalam lingkungan kerja.

Transisi post quantum memang akan melibatkan matematika yang rumit. Namun bagi banyak organisasi, pertanyaan pertama justru jauh lebih sederhana.

Sebenarnya kriptografi kita ada di mana saja?

Pelajari program cybersecurity dan AI berbasis praktik di ITSEC Cyber & AI Academy.

Referensi: NIST: Considerations for Achieving Crypto Agility, 29 Juni 2026 · NIST: Post Quantum Updates to PIV Standards, 12 Juni 2026 · Komdigi: Data Dicuri Hari Ini Bisa Dibuka Nanti, 10 Agustus 2026 · Komdigi: Indonesia Perlu Mulai Mempelajari Post Quantum Cryptography, 6 Agustus 2026

Share this post

You may also like

Bagaimana Continuous Pentesting Membantu Memenuhi Persyaratan PCI DSS?
Cybersecurity

Bagaimana Continuous Pentesting Membantu Memenuhi Persyaratan PCI DSS?

Bagi organisasi yang memproses, menyimpan atau mentransmisikan data kartu pembayaran, menjaga keamanan informasi pelanggan bukan hanya kebutuhan bisnis tetapi juga kewajiban kepatuhan. Salah satu standar yang paling banyak diterapkan di dunia adalah Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS). Namun, seiring berkembangnya ancaman siber dan semakin dinamisnya lingkungan teknologi, memenuhi persyaratan PCI DSS tidak lagi cukup dilakukan melalui assessment yang bersifat periodik. Organisasi membutuhkan visibilitas yang lebih berkelanjutan terhadap risiko yang terus berubah. Di sinilah Continuous Pentesting mulai memainkan peran yang semakin penting. APA ITU PCI DSS? PCI DSS merupakan standar keamanan yang dirancang untuk membantu organisasi melindungi data pemegang kartu pembayaran. Standar ini berlaku bagi berbagai pihak yang terlibat dalam ekosistem pembayaran, termasuk: * Merchant. * Bank dan institusi keuangan. * Payment processor. * Service provider. * Organisasi yang memproses atau menyimpan data kartu. Tujuan utama PCI DSS bukan sekadar memenuhi persyaratan audit, melainkan memastikan data sensitif pelanggan tetap terlindungi. MENGAPA PENETRATION TESTING PENTING DALAM PCI DSS? Security testing merupakan salah satu komponen penting dalam PCI DSS. Melalui penetration testing, organisasi dapat: *

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Jun 15, 2026 5 minutes read
How IoT Devices Are Expanding the Cybersecurity Attack Surface
Cybersecurity

How IoT Devices Are Expanding the Cybersecurity Attack Surface

INTRODUCTION When people hear “IoT security, [https://itsec.asia/services/ot-ics-cybersecurity]” they often assume it’s something only IT teams need to worry about. In reality, IoT security affects everyday users, households, and businesses alike.* From smart home devices to office surveillance systems, connected devices are now part of critical daily operations. The more devices we connect, the wider the potential attack surface becomes. Here’s the part no one really talks about: Many IoT environments are deployed quickly for convenience, not necessarily designed with security as the top priority. It’s not negligence. It’s just how fast technology moves. Source: aciano.net [https://aciano.net/blog/iot-security-risks/], cio.com [https://www.cio.com/article/3990581/iot-security-challenges-and-best-practices-for-a-hyperconnected-world.html?] THE IOT LANDSCAPE NOWADAYS Security used to focus on protecting networks with firewalls and perimeter defenses. Today, attackers are shifting their focus to easier targets: user credentials, weak device authentication, misconfigured cloud dashboards, and unpatched firmware.  Today, attackers are more interested in: * User credentials * Weak device authentication * Misconfigured cloud dashboards * Unpatched firmware IoT devices often rely on cloud platforms for monitoring, analytics, and control. That means IoT security is no longer just about the

ITSEC AsiaITSEC Asia
|
Mar 06, 2026 5 minutes read
7 Kriteria Utama Managed Security Services Providers Berkualitas yang Wajib Diketahui Perusahaan
Cybersecurity

7 Kriteria Utama Managed Security Services Providers Berkualitas yang Wajib Diketahui Perusahaan

PENDAHULUAN Ancaman siber tidak lagi menunggu perusahaan lengah. Serangan terjadi setiap saat, lintas sektor, dan semakin sulit dideteksi tanpa sistem pemantauan yang terintegrasi. Menurut Gartner, 90% anggota dewan direksi non-eksekutif tidak memiliki keyakinan atas nilai yang diperoleh organisasi mereka dari investasi keamanan siber, sebuah kesenjangan yang semakin melebar antara harapan kepemimpinan dan kapasitas tim internal.  Di sinilah Managed Security Services (MSS) berperan. Namun tidak semua penyedia layanan memberikan perlindungan yang setara. Banyak perusahaan baru menyadari kelemahan vendor mereka justru ketika insiden sudah terjadi. Artikel ini membahas tujuh kriteria yang harus menjadi acuan evaluasi sebelum Anda menandatangani kontrak dengan penyedia Managed Security Services. Sumber: gartner.com [http://gartner.com], issglobal.com [https://issglobal.com/perspectives/what-are-managed-security-services/] MENGAPA PEMILIHAN MSS YANG TEPAT SANGAT KRITIS? Sepanjang 2024 hingga 2025, perusahaan di sektor kesehatan, otomotif, keuangan, pertahanan, dan teknologi mengalami pelanggaran besar yang menelan kerugian miliaran dolar, mengekspos jutaan data, dan melumpuhkan operasional selama berbulan-bulan.  [https://www.manageengine.com/products/desktop-central/blog/the-security-gaps-that-caused-2025s-biggest-breaches.html] Pola yang ditemukan cukup mengejutkan: insiden-insiden ini bukan serangan canggih yang tak bisa dicegah, melainkan mengeksploitasi kelemahan yang sebenarnya bisa dihindari seperti kerentanan yang tidak ditambal, miskonfigurasi, kredensial yang dicuri, kontrol identitas yang lemah,

|
Apr 30, 2026 6 minutes read

Receive weekly
updates on new posts

Subscribe