Cybersecurity Punya Lebih Banyak Pintu Masuk dari yang Kita Kira
Talenta cyber berikutnya mungkin sudah bekerja di perusahaan Anda. Hanya saja nama jabatannya sekarang belum mengandung kata “security.”

Ketika membayangkan profesional cybersecurity, jalur kariernya sering terlihat cukup lurus: belajar komputer, masuk IT lalu mengambil spesialisasi keamanan.
Jalur itu memang ada. Kenyataannya jauh lebih beragam.
Riset ENISA yang diterbitkan pada 2026 menemukan banyak pekerja dalam fungsi terkait cybersecurity belum memiliki kualifikasi formal di bidang tersebut. Sebagian juga berpindah dari profesi lain. Upskilling dan reskilling sudah menjadi salah satu sumber tenaga yang digunakan organisasi untuk memenuhi kebutuhan cybersecurity.
NIST juga semakin menaruh perhatian pada banyaknya jalur masuk ke profesi ini. Materi career pathway yang diperbarui pada 8 September berfokus pada cara menghubungkan minat dan kemampuan seseorang dengan work role dalam NICE Workforce Framework.
Ini relevan karena strategi talenta yang hanya mencari profesional cybersecurity yang sudah jadi berarti berebut kandidat dari jumlah yang terbatas. Dalam beberapa kasus, pilihan yang lebih masuk akal adalah membangunnya.
Banyak Skill Lama Tetap Bisa Dibawa
Orang yang pindah ke cybersecurity tidak datang tanpa bekal.
Network engineer sudah memahami infrastructure dan troubleshooting. Software developer mengetahui bagaimana aplikasi dibangun. Orang dari audit terbiasa dengan evidence, control dan compliance. Profesional komunikasi bahkan bisa memiliki keunggulan ketika harus menjelaskan risiko teknis saat insiden terjadi.
Beberapa jalur yang cukup natural antara lain:
- IT operations: sistem, jaringan, troubleshooting dan penanganan insiden
- Software development: arsitektur aplikasi, coding dan development workflow
- Audit dan risk: control, evidence, governance dan regulasi
- Data: analisis, pengenalan pola dan pengolahan dataset
- Project management: koordinasi, prioritas dan stakeholder management
Pengetahuan cybersecurity tetap harus dipelajari. Transferable skills berarti peserta tidak benar-benar memulai dari halaman kosong.
Orang yang sangat jago spreadsheet tentu masih perlu belajar banyak sebelum menjadi SOC analyst. Setidaknya kemampuan spreadsheet-nya tidak perlu dibuang ke laut.
Reskilling Mengubah Cara Mencari Talenta
Pendekatan ini menarik bagi perusahaan yang ingin membangun kemampuan dari dalam.
Selain bertanya, “Di mana kita bisa merekrut security specialist?”, organisasi bisa mulai melihat siapa di dalam perusahaan yang memiliki kemampuan berdekatan dan potensi untuk berpindah ke security.
Prosesnya perlu lebih terarah daripada mengirim semua orang ke pelatihan dasar yang sama. Organisasi perlu menentukan role yang dituju, memetakan kemampuan yang sudah dimiliki lalu melatih kompetensi yang masih kurang.
NICE Framework dari NIST mendukung pendekatan tersebut dengan mendefinisikan pekerjaan cybersecurity melalui work role, task, knowledge dan skill.
IT operations yang ingin masuk SOC mungkin perlu memperdalam threat analysis dan incident investigation. Developer yang bergerak ke application security membutuhkan secure coding, security testing dan pemahaman teknik serangan. Profesional risk yang masuk cyber governance akan memiliki jalur belajar berbeda lagi.
Buat Jembatannya
Pelatihan praktis membantu career switcher menghubungkan pengalaman lama dengan situasi security yang baru.
Network engineer bisa menginvestigasi traffic mencurigakan melalui cyber range. Developer dapat menguji aplikasi yang sengaja dibuat vulnerable. Profesional risk dapat menghadapi simulasi insiden dan mencari control mana yang gagal.
Pendekatan tersebut juga menjadi relevan bagi ITSEC Cyber & AI Academy, dengan pembelajaran cybersecurity berbasis praktik yang membantu peserta mengubah pengalaman dari bidang berdekatan menjadi kemampuan cyber yang dapat digunakan dalam pekerjaan.
Indonesia membutuhkan lebih banyak talenta cybersecurity. Merekrut orang yang sudah memiliki jabatan security tetap diperlukan.
Namun kandidat berikutnya mungkin sedang bekerja dua departemen dari tim security saat ini.
Pelajari program cybersecurity dan AI berbasis praktik di ITSEC Cyber & AI Academy.
Referensi: ENISA NIS Investments 2025 Report, diterbitkan 2026 · NIST NICE: Unlocking Student Pathways into Cybersecurity Careers, diperbarui 8 September 2026 · NIST NICE Framework
.png)


