Mengajarkan Penggunaan AI Tanpa Keamanan Sama Saja Baru Setengah dari Pelajaran
Skill AI mulai dibutuhkan jauh di luar tim teknologi. Pemahaman untuk menggunakannya secara aman perlu ikut menyebar.

Sebanyak 750 ASN dan non-ASN di empat provinsi Kalimantan mulai mengikuti pelatihan AI pada 7 September. Program BLSDM Komdigi Banjarmasin bersama ASEAN Foundation tersebut membahas dasar AI, etika, implementasi dan satu materi yang layak mendapat perhatian khusus: keamanan data.
Kombinasi itu masuk akal.
Semakin banyak pekerja menggunakan AI untuk merangkum dokumen, menganalisis informasi, membuat materi dan membantu pekerjaan rutin. Banyak di antaranya bahkan tidak perlu memahami pemrograman.
Namun setiap kemampuan baru membawa pertanyaan baru: sebenarnya data apa yang sedang kita berikan kepada AI?
Skill AI Punya Sisi Keamanan
Seseorang bisa sangat mahir membuat prompt tetapi tetap mengambil keputusan keamanan yang buruk.
Bayangkan seorang karyawan harus merangkum laporan internal yang panjang. Memasukkan dokumen tersebut ke AI mungkin menghasilkan rangkuman yang sangat baik. Pertanyaan apakah dokumen itu boleh dimasukkan sejak awal adalah ujian yang berbeda.
Karena itu, pengguna AI perlu memiliki literasi keamanan dasar untuk bertanya:
- Informasi apa yang sedang saya masukkan?
- Apakah ada data pribadi, rahasia perusahaan atau data pelanggan?
- Platform AI mana yang sudah disetujui organisasi?
- Bisakah output membocorkan informasi yang seharusnya tidak dibagikan?
- Kapan hasil AI perlu diverifikasi sebelum digunakan untuk mengambil keputusan?
Karyawan tidak perlu berubah menjadi cybersecurity specialist. Mereka perlu tahu batas antara praktis dan berisiko.
Program AI Ready ASEAN dari ASEAN Foundation bergerak dengan prinsip serupa dalam skala regional. Program tersebut menargetkan 5,5 juta orang di Asia Tenggara untuk mendapatkan kemampuan AI dengan penekanan pada penggunaan yang bertanggung jawab dan etis.
Tim Cybersecurity Juga Perlu Belajar AI
Pertukaran kemampuan tersebut berjalan dua arah.
Program NICE dari NIST membahas perubahan pekerjaan, skill dan karier cybersecurity akibat AI dalam webinar tenaga kerja pada Juli lalu. Pesannya cukup jelas: profesional cybersecurity yang sudah bekerja maupun yang baru masuk perlu beradaptasi ketika AI mengubah teknologi yang mereka lindungi sekaligus cara mereka bekerja.
Dua kebutuhan pelatihan akhirnya bertemu.
Pengguna umum membutuhkan pengetahuan keamanan agar dapat menggunakan AI dengan bertanggung jawab. Profesional cybersecurity membutuhkan pemahaman AI agar mampu mengenali cara kerja sistem tersebut, titik lemahnya dan risiko baru yang muncul.
Area pertemuannya cukup luas, mulai dari pengelolaan data, access control, keamanan aplikasi dan model, ancaman berbasis AI hingga governance.
Menambahkan kata “AI” pada nama pelatihan tentu belum otomatis mengajarkan semuanya. Sayangnya, kurikulum masih belum bisa diperbaiki dengan prompt satu baris.
Latih Momen Sebelum Tombol Upload Ditekan
Pelatihan keamanan AI akan lebih berguna ketika menggunakan situasi konkret.
Berikan skenario yang melibatkan dokumen pelanggan, informasi keuangan internal atau source code lalu minta peserta menentukan data mana yang aman untuk digunakan. Untuk peserta cybersecurity, gunakan workflow berbasis AI dan minta mereka mencari titik risiko pada data, identity dan access.
Latihan seperti ini menghubungkan literasi AI dengan keputusan yang benar-benar dibuat di tempat kerja.
Pendekatan tersebut juga relevan dengan ITSEC Cyber & AI Academy, tempat pembelajaran cybersecurity dan AI dapat dikembangkan sebagai kemampuan yang saling berhubungan, bukan dua topik teknologi yang berjalan sendiri-sendiri.
Mengetahui cara memberikan pertanyaan yang tepat kepada AI tentu berguna. Mengetahui informasi apa yang sebaiknya tidak diberikan bisa menghindarkan organisasi dari masalah yang jauh lebih panjang.
Pelajari program cybersecurity dan AI berbasis praktik di ITSEC Cyber & AI Academy.
Referensi: BLSDM Komdigi Banjarmasin: 750 Aparatur Ikuti Pelatihan AI, 7 September 2026 · NIST NICE: Shaping the Future of the Cyber Workforce in the Age of AI · ASEAN Foundation: AI Ready ASEAN
.png)


