Cybersecurity Juga Punya People Skills Gap
Memahami apa yang terjadi adalah satu kemampuan. Menjelaskannya dengan cukup jelas agar orang lain bisa mengambil keputusan yang tepat adalah kemampuan lain.

Seorang analyst sudah menghabiskan dua jam menginvestigasi aktivitas mencurigakan. Ia memahami urutan kejadiannya, mengetahui sistem yang mungkin terdampak dan memiliki hipotesis yang cukup kuat tentang tindakan attacker.
Kemudian incident manager bertanya, “Sekarang kita harus melakukan apa?”
Jawabannya langsung membutuhkan lebih dari technical knowledge.
Pekerjaan cybersecurity penuh dengan situasi seperti ini. Finding harus dijelaskan. Asumsi perlu diuji. Tim harus bisa berbeda pendapat tanpa membuang waktu. Technical specialist juga perlu berbicara dengan executive, engineer, auditor dan orang yang mungkin belum siap mendengar istilah “lateral movement” sebelum kopi pertama mereka.
Program NICE dari NIST memasukkan kemampuan tersebut sebagai bagian dari pekerjaan cybersecurity. Workplace skills yang mereka identifikasi mencakup communication, collaboration, critical thinking, conflict management, resilience, strategic thinking dan relationship building.
Ini seharusnya ikut memengaruhi cara organisasi melatih tim cybersecurity.
Komunikasi Menentukan Nilai dari Skill Teknis
Bayangkan penetration tester menemukan vulnerability yang serius.
Menemukannya membutuhkan kemampuan teknis. Menjelaskan kenapa vulnerability tersebut berbahaya membutuhkan kemampuan lain.
Tester harus menjelaskan attack path dengan akurat, memisahkan evidence dari asumsi lalu memberikan informasi yang cukup agar developer bisa mereproduksi masalah. Seseorang juga perlu menjelaskan business impact kepada management tanpa membuat situasinya terdengar seperti kiamat atau berubah menjadi kuliah panjang mengenai protocol.
NICE mendefinisikan komunikasi cybersecurity secara luas, mulai dari bekerja dengan anggota tim, menulis report dan membuat presentation sampai berkomunikasi dengan leadership serta external stakeholder. NICE juga memasukkan kemampuan mendengarkan karena komunikasi cepat gagal ketika semua orang hanya menunggu giliran bicara.
Tekanan Membuat People Skills Terlihat
Kemampuan tersebut semakin jelas ketika insiden terjadi.
Incident responder mungkin memiliki evidence yang belum lengkap sementara beberapa tim meminta jawaban secara bersamaan. Engineer bisa tidak setuju dengan keputusan containment karena berpotensi mengganggu production. Management mungkin meminta kepastian ketika kepastian memang belum tersedia.
Kemampuan teknis tetap dibutuhkan. Namun tim juga perlu mampu:
- Menjelaskan mana yang sudah diketahui, belum diketahui dan masih berupa asumsi
- Mengajukan pertanyaan yang tepat ketika waktu terbatas
- Menantang keputusan tanpa menghambat response
- Menyesuaikan technical detail dengan audience
- Mendokumentasikan keputusan agar pekerjaan bisa dilanjutkan orang lain
- Mengetahui kapan perbedaan pendapat perlu dieskalasikan
NICE secara khusus memasukkan conflict management karena pekerjaan cybersecurity sering melibatkan keputusan dengan konsekuensi yang cukup besar.
People Skills Juga Bisa Dilatih
Kemampuan komunikasi tidak perlu dibiarkan bergantung pada personality.
Cyber range exercise dapat meminta analyst memberikan briefing kepada incident manager setelah melakukan investigasi. Peserta penetration testing dapat mempresentasikan finding kepada simulated development team. Dalam latihan cloud security, peserta dapat diminta mempertahankan remediation decision ketika tim lain mengangkat risiko terhadap operasional.
Technical problem tetap menjadi inti latihan. Bedanya, latihan belum selesai sampai peserta mampu memindahkan pemahamannya kepada orang lain.
Pendekatan seperti ini relevan dengan pengembangan praktis di ITSEC Cyber & AI Academy. Skenario realistis dapat mengasah kemampuan teknis sambil meminta peserta menjelaskan finding, mengoordinasikan keputusan dan bekerja dengan informasi yang belum sempurna.
Tim cybersecurity membutuhkan orang yang mampu menemukan masalah sulit.
Mereka juga membutuhkan orang yang bisa membuat masalah tersebut dipahami oleh semua pihak yang bertanggung jawab memperbaikinya.
Pelajari program cybersecurity dan AI berbasis praktik di ITSEC Cyber & AI Academy.
Referensi: NIST NICE: Workplace Skills and the NICE Framework · NIST: Cyber Career Realities Revealed, diumumkan September 2026 · NIST NICE Workforce Framework
.png)


